Di kota Raja yang megah128, kekuasaan dan kekayaan berkuasa. Keluarga penguasa, Keluarga Raja, telah berkuasa selama berabad-abad, menggunakan pengaruh mereka atas wilayah tersebut dengan tangan besi. Namun seperti kata pepatah, semua kerajaan pada akhirnya akan jatuh, dan kisah Kings128 adalah kisah tentang kekuasaan, intrik, dan pengkhianatan.

Munculnya House of Kings dapat ditelusuri kembali ke berdirinya kota itu sendiri. Raja pertama, Raja Maximus, adalah seorang pejuang ganas yang menyatukan suku-suku yang bertikai di wilayah tersebut dan menjadikan kota ini sebagai benteng kekuasaan. Keturunannya melanjutkan warisannya, memperluas perbatasan kota dan mengumpulkan kekayaan besar melalui perdagangan dan penaklukan.

Selama beberapa generasi, Keluarga Raja memerintah dengan cengkeraman besi, menghancurkan perbedaan pendapat dan mempertahankan kekuasaan mereka melalui rasa takut dan intimidasi. Namun seiring berjalannya waktu, retakan mulai terbentuk pada fondasi pemerintahan mereka. Rakyat menjadi gelisah di bawah beban pajak dan penindasan yang berat, dan bisikan pemberontakan mulai menyebar ke seluruh kota.

Pada masa pemerintahan Raja Leonidas, Raja yang paling kejam dan haus kekuasaan, benih-benih pengkhianatan ditaburkan. Rasa hausnya akan kekuasaan tidak mengenal batas, dan dia tidak akan berhenti untuk mempertahankan cengkeramannya pada takhta. Namun keserakahan dan kekejamannya hanya membuat sekutu terdekatnya mengasingkan diri, dan tak lama kemudian konspirasi mulai terbentuk di dalam tembok istana.

Pengkhianatan itu terjadi dengan cepat dan tegas. Menjelang penobatan Raja Leonidas, penasihatnya yang paling tepercaya, Lord Arcturus, mengungkapkan pengkhianatannya dan mengklaim takhta untuk dirinya sendiri. Dalam kudeta berdarah, Kerajaan Raja digulingkan, dan kota Raja128 terjerumus ke dalam kekacauan.

Jatuhnya House of Kings terjadi dengan cepat dan brutal. Kota ini dilanda perang saudara ketika faksi-faksi yang bersaing bersaing untuk mendapatkan kendali, dan jalanan menjadi merah karena darah. Pada akhirnya, Lord Arcturus muncul sebagai pemenang, tetapi dengan pengorbanan yang besar. Kota ini tinggal puing-puing, tembok-temboknya yang dahulu kokoh kini menjadi puing-puing, dan penduduknya terpecah belah dan terpecah belah.

Kisah Kings128 berfungsi sebagai kisah peringatan akan bahaya kekuasaan yang tidak terkendali dan konsekuensi dari pengkhianatan. Pada akhirnya, bukan kehebatan tentara atau kekuatan tembok yang meruntuhkan Istana Para Raja, namun pengkhianatan orang-orang terdekat mereka. Maka, kota Kings128 yang dulunya besar pun runtuh, warisannya selamanya ternoda oleh bayang-bayang gelap kekuasaan, intrik, dan pengkhianatan.